Beranda
›
Berita
›
UPA Perpustakaan Universitas Teuku Umar Gelar FGD SIMPONI dan Penguatan Pengelolaan Media Sosial
Berita
UPA Perpustakaan Universitas Teuku Umar Gelar FGD SIMPONI dan Penguatan Pengelolaan Media Sosial
Diposting oleh Teuku Hermilan · 24 Jun 2026, 11:16 · 26 dilihat
UPA Perpustakaan Universitas Teuku Umar menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait Sistem Informasi Peringatan Overdue Peminjaman (SIMPONI) serta penguatan pengelolaan media sosial perpustakaan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan berbasis digital sekaligus memperkuat komunikasi publik perpustakaan di era informasi saat ini.
FGD tersebut membahas secara mendalam implementasi SOP dan manual prosedur SIMPONI, yaitu sistem yang terintegrasi dengan SLiMS (Senayan Library Management System) untuk memberikan notifikasi otomatis kepada pemustaka terkait keterlambatan pengembalian buku. Melalui integrasi ini, perpustakaan diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan peminjam serta meminimalisir keterlambatan dalam layanan sirkulasi.
Pada sesi pemaparan teknis, materi SIMPONI disampaikan oleh Rafli Dwi Anugrah, yang menjelaskan alur kerja sistem mulai dari pendataan peminjaman, mekanisme pengingat otomatis, hingga eskalasi peringatan apabila terjadi keterlambatan berulang. Ia juga menegaskan pentingnya standarisasi prosedur agar sistem dapat berjalan konsisten dan terukur di lingkungan perpustakaan.
Selain itu, sistem SIMPONI juga telah dikembangkan dengan dukungan WhatsApp Gateway sehingga notifikasi dapat langsung diterima pengguna melalui pesan instan. Inovasi ini dinilai lebih efektif dibandingkan metode konvensional karena menjangkau pengguna secara cepat, personal, dan mudah diakses.
Dalam sesi FGD, peserta turut mendiskusikan standar operasional prosedur (SOP) yang akan menjadi acuan resmi dalam pelaksanaan layanan tersebut. Berbagai masukan diberikan untuk memastikan sistem dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan.
Kepala UPA Perpustakaan Universitas Teuku Umar, Yuhdi Fahrimal, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa digitalisasi layanan menjadi prioritas utama dalam meningkatkan mutu layanan informasi. Menurutnya, SIMPONI bukan hanya sekadar sistem peringatan keterlambatan, tetapi juga bagian dari transformasi layanan perpustakaan menuju sistem yang lebih modern, responsif, dan berbasis teknologi.
Selain membahas SIMPONI, FGD juga menyoroti pentingnya pengelolaan media sosial perpustakaan sebagai sarana komunikasi dan branding institusi. Media sosial dinilai memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi layanan, promosi kegiatan literasi, serta membangun citra positif perpustakaan di kalangan sivitas akademika.
Materi penguatan media sosial disampaikan oleh Zulfati Amelia Fani, yang menekankan pentingnya pengelolaan konten secara terstruktur, konsisten, dan profesional. Ia juga menyoroti bahwa konten media sosial perpustakaan tidak hanya harus informatif, tetapi juga edukatif dan menarik agar mampu meningkatkan engagement dengan pengguna perpustakaan.
Peserta FGD sepakat bahwa pengelolaan media sosial harus dilakukan secara terarah dengan strategi komunikasi yang jelas, sehingga mampu mendukung eksistensi perpustakaan sebagai pusat informasi dan literasi di lingkungan kampus.
Dengan adanya FGD ini, UPA Perpustakaan Universitas Teuku Umar berharap implementasi SIMPONI dapat berjalan optimal serta pengelolaan media sosial semakin efektif dalam mendukung visi perpustakaan sebagai “Source of Knowledge”. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan berbasis teknologi informasi di lingkungan kampus.
Ke depan, hasil FGD ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan SOP final, uji coba sistem secara menyeluruh, serta pelatihan teknis bagi tim pengelola. Dengan demikian, inovasi yang telah dirancang diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan layanan perpustakaan yang lebih modern, cepat, dan terintegrasi.
← Kembali ke Berita